Soal Data RPK dan Distribusi, Bulog Lampura Bungkam, Publik Dibiarkan Cari Sendiri
Furkon Ari
Lampung Utara
RILISID, Lampung Utara — Transparansi distribusi minyak goreng bersubsidi MinyaKita di Lampung Utara (Lampura) kembali dipertanyakan.
Perum Bulog setempat dinilai masih tertutup dalam membuka data penyaluran, mulai dari jumlah pasokan hingga identitas mitra pengecer resmi dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sorotan tersebut mencuat saat media meminta rincian Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi ujung tombak distribusi.
Alih-alih membuka data, Kepala Bulog Lampura Gusdi Prasmana, hanya menyampaikan angka global.
"Jumlahnya ada 30 RPK," ujarnya singkat, Senin (13/4/2026).
Namun ketika diminta membeberkan identitas dan sebaran RPK tersebut, Gusdi justru enggan menjelaskan.
Ia berdalih langkah itu untuk melindungi konsumen, sembari menyarankan masyarakat mencari sendiri toko berlabel Bulog.
"Kalau mau lihat toko yang ada RPK-nya, lihat saja yang ada logo Bulog," katanya.
Sikap ini memantik tanda tanya besar di tengah program subsidi pangan
Keterbukaan data distribusi menjadi kunci pengawasan publik sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
Bulog
SPHP
RPK
HET
MinyaKita
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
